Hati-hati Terhadap Nabi Palsu

Bacaan hari ini: Yeremia 23 | Bacaan setahun: 1 Tawarikh 23-24, Galatia 2

“Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu…” (Yeremia 23:16)

 

Zaman sekarang adalah zaman serba instan, segala sesuatu bersifat instan. Namun hidup semakin sulit. Ada banyak tantangan dan beban ekonomi yang semakin berat, harus dipikul. Beban hidup yang berat cenderung membawa orang untuk hanya mau mendengarkan khotbah yang hanya berisikan harapan indah, tanpa tuntutan ilahi.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, jemaat Kristus, untuk berhati-hati terhadap berita yang diklaim sebagai firman Tuhan, yang isinya hanya harapan yang indah dan menjanjikan. Apakah isi harapan indah yang diberitakan para nabi palsu yang diungkapkan dalam bagian ini? Kepada orang-orang yang telah berbuat dosa dan yang tidak benar hidupnya (ay. 14), para nabi palsu itu justru menguatkan mereka, “Kamu akan selamat!” Bagi mereka yang tetap di jalan yang jahat, para nabi berkata bahwa Tuhan tidak akan menghukum mereka. Para nabi palsu tersebut menjadi gembala yang telah menyesatkan umat Tuhan, yang berbuat berdosa menjadi terhilang (ay. 1). Para nabi itu seharusnya berlaku sebagai gembala, yang seharusnya memberi makanan rohani yang sehat, yang isinya perkataan dari Tuhan. Namun, mereka telah menyebarkan apa yang menjadi isi hati mereka sendiri. Mereka mengatasnamakan Tuhan, untuk menyampaikan pikiran dan pengertian diri mereka sendiri, bukan dari firman, yang asalnya dari Tuhan sendiri. Tuhan tidak pernah mengutus para nabi yang hanya berbicara untuk menyenangkan telinga dan hati para pendengarnya, dan Tuhan tidak pernah memakai para nabi yang demikian, untuk berbicara kepada umat-Nya.

Sebagai jemaat Kristus, kita perlu waspada terhadap khotbah-khotbah yang mengatasnamakan Tuhan, yang hanya memberikan harapan bahwa hidup lebih baik dan penuh berkat, masalah dalam hidup dan penderitaan akan hilang lenyap. Ingat, Tuhan tidak pernah menjanjikan hal-hal tersebut! Setiap khotbah haruslah diperiksa kebenarannya, apakah sesuai dengan Alkitab (firman Tuhan yang tertulis). Itulah standar kebenaran yang mutlak, yang sudah dianugerahkan Allah bagi kita.

STUDI PRIBADI :
(1) Khotbah yang bagaimana yang Anda suka ? Apa isi khotbah tersebut ?
(2) Sudahkah berlandaskan atas Firman Tuhan, yang merupakan perkataan Tuhan sendiri ?

Berdoalah : Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar waspada terhadap segala pengajaran dan khotbah, agar jemaat diberikan kepekaan untuk tahu mana berita berisikan firman Tuhan dan mana yang bukan.