Tuhan Adalah Gembala Yang Baik

Bacaan hari ini: Yesaya 40 | Bacaan setahun: 1 Samuel 29-31, Kisah Para Rasul 27

“Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.” (Yesaya 40:11)

 

Yesaya 40 merupakan sebuah perikop berjudul “Berita Kelepasan.” Melalui nabi Yesaya, Tuhan memberikan Firman dan penghiburan bagi umat kepunyaan-Nya, setelah melalui masa penderitaan yang dalam, bangsa tersebut perlu mendapat penghiburan yang akan memampukan dan menghentikan ratapan mereka, sampai mendapatkan keteguhan hati, walaupun mungkin mereka berada di ujung pengharapan namun penghiburan ini menunjukkan bahwa masa depan mereka mengalir dari hati Tuhan.

Masa depan yang mengalir dihati Tuhan terlihat ketika Tuhan sendiri berjanji melalui nabi Yesaya, bahwa Tuhan akan menjadi Gembala bagi umat-Nya. (Ayat 11), Tuhan menggembalakan kawanan umat-Nya dengan perasaan sayang dan penuh kelembutan Ia menaruh perhatian khusus kepada yang membutuhkan pemeliharaan-Nya. Ia mengumpulkan dengan tangan kuasa-Nya yang sempurna, mengangkat ketika jatuh, menghimpun kembali ketika tercerai-berai sampai mereka kembali pulang kepada-Nya. Ia akan memangku mereka dalam kasih-Nya dan menghibur mereka, bahkan ketika menemukan jalan yang salah dituntuntun-Nya dengan hati- hati agar tidak ada yang tertinggal.

Agar umat-Nya selamat dan mendapatkan kelepasan, mereka membutuhkan figur Gembala yang baik. Gembala yang dapat menuntun kehidupan mereka. Demikian juga halnya dengan kita, ketika kita lemah dan tidak berdaya bagai domba, ternyata Tuhan menempatkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik, ini sebuah anugerah Tuhan yang luar biasa, bukti Ia begitu mengasihi kita dan menyadari betul bahwa kita ini tidak akan bisa berbuat apa-apa jika dibiarkan sendiri menghadapinya. Hanya di dalam Tuhan kita akan menemukan figur Gembala yang baik, yang akan senantiasa menuntun kita supaya tidak tersesat dan binasa, ingatlah juga bahwa Tuhan yang adalah Sang Gembala itu, mengenal siapa diri kita dan pasti selalu tahu apa yang terbaik untuk hidup kita.

STUDI PRIBADI :
(1) Rindukah Anda menjadi domba gembalaan Tuhan ?
(2) Apa yang Anda pelajari dari pribadi Tuhan sebagai Gembala yang baik ?

Pokok Doa : Berdoa bagi setiap kehidupan jemaat Tuhan, agar jemaat boleh mempercayakan hidup mereka agar senantiasa dituntun dan dipelihara oleh Tuhan Sang Gembala yang Agung.