Tangan Kanan Tuhan

Bacaan hari ini: Yesaya 41 | Bacaan setahun: 2 Samuel 1-2, Kisah Para Rasul 28

“… Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10b)

 

Ada masa dalam hidup saya dimana saya begitu terhimpit dan penuh pergumulan. Dalam kelelahan, saya berseru kepada Tuhan, “Tuhan, saya ngga kuat. Saya ngga tau harus berbuat apa.” Pada saat itulah, firman ini muncul dan berbisik di dalam hati saya, “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Saya sadar bahwa saya tidak ditinggalkan Tuhan, Ia akan memampukan saya melewati masa-masa berat itu dan Ia memegang saya.

Tuhan menguatkan bangsa Israel dengan perkataan yang sama. Di tengah kesesakan pergumulan paska pembuangan, Tuhan memberikan janji pengharapan. Sekalipun mereka saat ini dalam keadaan sesak, masa- masa berat, dan tertindas, Tuhan berkata bahwa Ia tidak meninggalkan mereka. Tidak untuk selamanya Ia murka, namun Ia penuh belas kasih dan menghibur mereka yang tertindas. Tuhan berjanji, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tanganmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau” (ay. 13). Ia berjanji bahwa hari pembebasan akan datang dimana Tuhan sendiri akan menolong dan menebus mereka dari lawan-lawan mereka (ay. 14). Tangan kanan-Nya akan memberikan mereka keteguhan, pertolongan dan kemenangan (ay. 10).

Kuatir dan gentar adalah respons yang normal ketika kita ada dalam kesesakan dan pergumulan hidup yang berat. Namun kita perlu ingat bahwa kita tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan. Tuhan yang mengasihi kita berkata bahwa kita tidak perlu takut, sebab Ia menyertai kita (ay. 10a). Tuhan akan meneguhkan, menolong dan memegang kita dengan tangan kanan-Nya. Apabila tangan kanan Allah, Pencipta semesta yang agung, memegang tangan kita, marilah kita dengan penuh pengharapan menatap hari esok dan percaya akan pengharapan keselamatan dan pertolongan sesuai yang Ia janjikan. Tataplah hari esok dengan iman bahwa Allah akan menuntun kita dengan tangan kanan-Nya kepada kemenangan. Berseru dan berharaplah pada-Nya.

STUDI PRIBADI :
(1)  Tulis pergumulan yang menyesakkan dalam hidup.
(2) Ambillah waktu berdoa dan bawalah semua pergumulan kita kepada Tuhan dan mintalah Tuhan menuntun, menguatkan dan memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang teguh.

Pokok Doa : Doakan jemaat yang sedang sakit. Penyakit sering membutakan dan mengaburkan terang pengharapan. Doakanlah agar sinar kasih Tuhan menembus kekelaman dan mereka menemukan pengharapan dalam-Nya.