Pergumulan Sang Nabi

Bacaan hari ini: Yeremia 15:5-21 | Bacaan setahun: 1 Tawarikh 7-8, 2 Korintus 7

“Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, …aku menanggung celaan oleh karena Engkau!” (Yeremia 15:15)

 

Bukan suatu perkara mudah mengikut TUHAN. Ketika seseorang berkomitmen untuk taat dan setia kepada TUHAN, maka akan ada banyak pergumulan dan tantangan sebagai ujian di dalam mengikut TUHAN. Dalam Alkitab ada banyak kisah para tokoh bergumul menghadapi tantangan dan pergumulan dalam pelayanan. Salah satunya, Yeremia.

Yeremia hidup dan melakukan tugas kenabian dalam masa pemerintahan raja Yosia sampai dengan raja Yoyakhin. Pada masa itu, Yeremia bernubuat sesuai apa yang TUHAN sampaikan kepadanya. Nubuatan dari Yeremia umumnya terkait dengan dosa dan penghukuman terhadap Yehuda dan bangsa Israel. Yeremia merasa sudah melakukan yang terbaik bagi TUHAN. Ia menjaga kekudusan hidupnya, baik secara pribadi maupun di depan umum (bdk. Yeremia 15:1617), namun ia tetap merasakan penderitaan, tekanan dan pergumulan yang berat. TUHAN tidak menjawab pergumulan dan keluh kesah Yeremia. Seakan-akan keluh kesahnya tidak didengarkan dan tidak mendapatkan jawaban dari TUHAN. Namun ternyata TUHAN menjawab dengan perspektif berbeda. TUHAN menuntut kesetiaan dan ketundukan mutlak dari sang nabi. Yeremia 15:19 menulis, “Karena itu beginilah jawab TUHAN: Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.

Belajar dari bagian ini bahwa yang dialami oleh Yeremia, mungkin juga dialami oleh para pemimpin Kristen, para majelis dan pengurus serta para hamba Tuhan di dalam pelayanan dan kehidupan mereka. Di satu sisi kita bergumul dengan masalah, namun di satu sisi lain ada tuntutan untuk hidup setia dan taat kehendak Tuhan — itu suatu hal yang sulit. Doa-doa yang kita naikkan seakan-akan tidak ada jawaban dari TUHAN. Dalam kondisi yang demikian, yang perlu dilakukan adalah berdiam diri dan minta hikmat dan berdoa kepada TUHAN.

STUDI PRIBADI :

(1) Dalam kondisi pergumulan yang berat, apa yang dilakukan oleh nabi Yeremia ?
(2) Apakah yang menjadi jawaban Tuhan atas pergumulan yang dialami Yeremia ?

Pokok Doa : Berdoa bagi segenap pemimpin gereja, yakni kelompok majelis dan hamba Tuhan agar mereka tetap setia melayani Tuhan dan menjaga kekudusan hidup mereka.