Sion, Kota Allah

Bacaan hari ini: Mazmur 87, Bacaan setahun: Zakharia 9-12

“Tetapi tentang Sion dikatakan: Seorang demi seorang dilahirkan didalamnya, dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.” (Mazmur 87:5)

Disebutkan lebih dari 150 kali di dalam Alkitab; kata “Sion” pada dasarnya berarti “Benteng” atau “Kubu Pertahanan”. Dan di dalam Alkitab, Sion disebut sebagai kota Daud dan juga kota Allah. Dalam arti teologisnya, “Sion” digunakan sebagai kiasan untuk bangsa Israel yang disebut sebagai umat Allah (Yes. 60:14). Arti rohani dari kata Sion juga disebutkan dalam Perjanjian Baru. “Sion” merujuk kepada kota Allah yang hidup atau Kota Yerusalem Surgawi (Ibr. 12:22). Petrus juga menyebutkan dalam tulisannya bahwa Kristus adalah batu penjuru Sion (bdk. 1 Petrus 2:6).

Pelajaran rohani dari Mazmur 87 ini adalah: Pertama, di atas dasar apa kita dibangun (ay. 1-3)? Apakah kita membangun kehidupan kita di atas dasar-dasar yang telah diletakkan Tuhan (bdg. 1Kor. 3:11), atau kita sering sekali membangun hidup kita di atas dasar kekuatan atau pengetahuan kita sendiri? Keselamatan hanya datang dari Tuhan (Yoh. 4:22), melalui umat Israel karya anugerah keselamatan dari Tuhan dinyatakan di dalam dunia ini (Kej. 12:1-3). Ketika gereja lahir, Roh Kudus datang kepada setiap orang beriman di Bait Suci dalam Yerusalem. Oleh sebab itu, kita harus terus membangun hidup kita di atas dasar yang kokoh, yaitu Tuhan Yesus dan Firman-Nya.

Kedua, di manakah kewarganegaraan kita (ay. 4-6)? Beberapa orang sangat senang dan bahkan membanggakan tempat kelahiran mereka. Karena mungkin banyak kenangan indah tidak bisa dilupakan. Dengan berbagai cara kita mencoba untuk menjelaskan tentang kewarganegaraan dan tempat tinggal kita, tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah kewarganegaraan kita di dunia ini bisa menjamin kehidupan yang kekal? Pastinya tidak! Iman kita kepada Kristuslah yang menjadi jalan kita untuk masuk dan terdaftar di sorga (Luk. 19:20; Fil. 3:20; 4:3) dan kita akan hidup selamanya bersama dengan Bapa, Tuhan yang Mahatinggi. Kehidupan bersama Bapa di surga selama-lamanya menjadi sukacita besar dan penuh kebahagiaan (ay. 7).

STUDI PRIBADI:

(1) Apa arti “Sion” menurut Alkitab dan makna teologisnya?
(2) Pelajaran apa yang dapat kita renungkan dari Mazmur 87 ini?

Pokok Doa: Berdoalah untuk diri kita dan segenap umat Tuhan agar tetap percaya dan menaruh harapannya hanya kepada Tuhan, dan mengarahkan hati serta pikirannya kepada panggilan Sorgawi.