Permulaan Himat = Takut Akan Tuhan

Bacaan hari ini: Mazmur 111, Bacaan setahun: Kejadian 20-22, Matius 8

“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.” (Mazmur 111:10)

Sebuah Mazmur pujian mengajak kita memuji Tuhan dari banyak aspek, dari pembukaan dengan kata “Haleluya” yang menunjukkan semangat pemazmur yang luar biasa, apalagi dalam lingkungan orang-orang percaya, sebuah seruan dari kerinduan hati yang sungguh- sungguh ingin membangkitkan semua jiwa raga yang hadir, dengan berapi- api memuji serta memuliakan nama Tuhan. Seharusnya ini juga menjadi kerinduan dan semangat kita, beribadah dan bersekutu dengan Tuhan, baik pada hari Minggu maupun hari biasa.

Selanjutnya pemazmur menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah dilihat dan dialami olehnya, yang menjadi alasan pemazmur memuji Tuhan, karena kebaikan dan berkat yang dialami umat-Nya terus-menerus dan tak berkesudahan. Tidak hanya itu, pemazmur juga mengajak untuk merenungkan perbuatan Tuhan yang bersifat mendidik, mengajar dalam hal-hal yang sulit, karena Tuhan besifat adil dan benar (bdk. ayat. 2, 10). Bagaimana dengan kita? Tiap hari kita mengalami begitu banyak kebaikan Tuhan, kita pun diberikan Tuhan akal budi untuk merenungkan peristiwa- peristiwa yang terjadi, baik untuk diri kita maupun orang lain yang mengalaminya. Semua ini menjadi alasan kita untuk memuji Tuhan.

Akhirnya kesimpulan pemazmur, bahwa hidup dengan sikap “takut akan Tuhan” adalah yang terbaik, itulah hikmat dalam kehidupan, artinya apabila kita ingin berhasil dalam kehidupan kita di hadapan Tuhan, bila kita rindu memiliki hikmat seperti Salomo dalam segala hal, maka hendaknya kita memiliki sikap hati “Takut akan Tuhan.” Dalam Mazmur ini dijabarkan sebagai orang yang mau memuji Tuhan setiap waktu, karena dia ingin menyelidiki segala pekerjaan Tuhan yang mencengangkan itu, karena dia kagum sifat-sifat Tuhan yang Mahamulia, sehingga mendatangkan “takut akan Tuhan” dalam kehidupan, serta melakukan kebenaran seturut Firman Tuhan. Maka dari itu, Tuhan akan berkenan kepadanya dan memberkati kehidupannya, amin.

STUDI PRIBADI: 

(1) Apa pengertian Anda tentang “takut akan Tuhan?”
(2) Bagaimana Anda dapat melakukannya?

Pokok Doa: Berdoalah bagi setiap jemaat TUHAN agar mereka yang telah memahami kasih setia Allah di dalam hidupnya mau menyatakan pujian dan penyembahannya kepada Allah dalam ibadah yang benar, Amin.