Pembasuhan Kaki

“Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh khaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.” (Yohanes 13:4-5)



Pembahasan: Yohanes 13:4-5 | Ayat Bacaan: Yohanes 13:1-15

Tuhan Yesus berkata, “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (14-15). Beberapa gereja menuruti perkataan Tuhan ini dengan melakukan pembasuhan kaki secara literal, khususnya menjelang peringatan Jumat Agung. Namun, beberapa gereja lainnya tidak melakukan secara literal, melainkan menghidupi semangatnya sebagaimana yang diteladankan dan diperintahkan Tuhan Yesus.

Apa yang diingatkan Tuhan Yesus melalui pembasuhan kaki ini? Pertama, karya penyelamatan yang dikerjakan-Nya bagi kita. Yesus merendahkan diri menjadi hamba, yang menderita, taat, dan mati untuk membasuh dosa manusia (band. Filipi 2:6-8). Tentunya kita meneladani-Nya bukan dalam pengertian ini, karena hanya Tuhan Yesus yang menebus dosa dengan mati menggantikan kita. Namun pertanyaan bagi kita adalah apakah kita sudah menerima pembasuhan dari dosa di dalam Tuhan Yesus itu? Yang kedua, kita yang telah menerima penebusan dosa dalam Tuhan Yesus kemudian meneladani-Nya dengan memberi diri melayani sesama. Kita memberi diri dan melayani sesama kita karena kita telah lebih dahulu menerima pengampunan dosa oleh pelayanan Tuhan Yesus. Ketika kita melayani sesama kita, maka kita belajar menyangkal diri untuk memberi diri dipakai oleh Tuhan bagi sesama kita.

Adakah kita saling melayani sebagai pengikut Tuhan Yesus? Adakah kita melayani dengan menghidupi semangat yang diteladankan Tuhan, yaitu menyangkal diri dan memberi diri menjadi berkat bagi sesama? Terkadang pelayanan kita dipenuhi dengan berbagai motivasi yang belum tentu berkenan kepada Tuhan dan mementingkan diri sendiri, walau dari luar kita terlihat sedang melakukan pelayanan. Mari kita bersandar kepada pertolongan Tuhan Yesus, yang telah lebih dahulu melayani kita, agar hati kita dimurnikan untuk dipakai-Nya bagi pelayanan kepada sesama kita.

STUDI PRIBADI: Apa teladan yang Anda pelajari dari peristiwa Tuhan Yesus membasuh kaki para murid?

Pokok Doa: Berdoalah bagi hamba Tuhan dan para pelayan ibadah yang melayani pada Ibadah Minggu mendatang. Tuhan Yesus terus memurnikan hati mereka untuk melakukan pelayanan yang dipercayakan-Nya.

×

Yohanes 13 : 14-15

14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

×

Filipi 2 : 6-8

6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

×

Yohanes 12 : 1-8

Yesus diurapi di Betania

1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.

2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

×

Markus 14 : 5

5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.

×

Markus 14 : 6

6 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Sharing Is Caring :