Kedua Belas Pengintai

“TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu, dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.” (Ul. 1:30-31)



Pembahasan: Ulangan 1:19-33 | Ayat Bacaan: Bilangan 36-Ulangan 1

Di tengah kehidupan perekonomian yang sulit di masa kini, tidaklah mengherankan jika kita menjumpai orang-orang yang mengalami rasa pesimis dan bahkan kehilangan pengharapan. Rasa pesimis dan kehilangan pengharapan terjadi ketika seseorang terlalu fokus pada keadaan di sekitar sehingga lupa untuk mengingat akan Tuhan. Inilah yang dialami bangsa Israel ketika mereka mulai memasuki tanah Kanaan.

Musa memilih 12 orang pengintai, satu orang dari setiap suku Israel. Kedua belas orang pengintai tersebut melihat hal yang sama, yaitu tanah Kanaan baik dan ditingggali oleh suku-suku yang kuat (ayat 25-26). Namun dari kedua belas orang tersebut punya kesimpulan berbeda. Sepuluh orang mengatakan: Tuhan membenci Israel dengan mempertemukannya dengan orang-orang Amori yang akan memusnahkan mereka (ayat 27), sehingga mereka menyarankan untuk tidak masuk tanah tersebut yang bertentangan dengan perintah Allah agar mereka memasuki tanah Kanaan (ayat 26). Hal itu membuat hati orang-orang yang mendengarnya menjadi pesimis.

Yosua dan Kaleb, dua dari sepuluh pengintai, melihat hal yang sama namun menyampaikan bahwa Tuhan akan menyertai mereka masuk tanah itu, sehingga mereka meminta umat Israel taat pada perintah Tuhan untuk memasuki tanah Kanaan (Bil. 14:6-10). Rahasia Yosua dan Kaleb dapat membagikan berita yang penuh harapan sekalipun melihat kondisi yang sama dari sepuluh orang pengintai lainnya, adalah karena mereka melihat kondisi yang ada dengan kaca mata perintah dan janji Tuhan. Firman Tuhan menjadi sebuah landasan bagi mereka untuk melihat situasi yang ada. Dan pernyataan mereka tersebut didukung oleh Musa yang mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan berperang bagi mereka (ay. 29-30).

Bagaimana dengan kita? Saat ini, kita banyak menemukan kesulitan dan ini membuat kita bersikap apatis, tidak bersemangat. Mari kita belajar memandang segala sesuatu dengan kaca mata atau cara pandang firman Tuhan, sehingga kita dapat hidup dengan pengharapan kepada Tuhan dan menjadi kesaksian bagi orang lain. Kiranya Tuhan menguatkan.

STUDI PRIBADI: Adakah kekhawatiran/kesulitan yang Anda alami? Adakah janji/perintah Tuhan yang menguatkan Anda? Apa janji dan perintah Tuhan yang menguatkan Anda?

Pokok Doa: Doakan agar setiap orang Kristen dapat memiliki iman akan janji Tuhan dan ketaatan kepada perintah Tuhan, khususnya saat menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

×

Ulangan 1 : 25-26

25 Maka mereka mengambil buah-buahan negeri itu dan membawanya kepada kita. Pula mereka membawa kabar kepada kita, demikian: Negeri yang diberikan TUHAN, Allah kita, kepada kita itu baik.

26 Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, kamu menentang titah TUHAN, Allahmu.

×

Ulangan 1 : 27

27 Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.

×

Ulangan 1 : 26

26 Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, kamu menentang titah TUHAN, Allahmu.

×

Bilangan 14 : 6-10

6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,

7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.

8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."

10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

×

Ulangan 1 : 29-30

29 Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;

30 TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,

×

Bilangan 1 : 29-30

29 Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;

30 TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,

×

Ulangan 19 : 11-12

11 Tetapi apabila seseorang membenci sesamanya manusia, dan dengan bersembunyi menantikan dia, lalu bangun menyerang dan memukul dia, sehingga mati, kemudian melarikan diri ke salah satu kota itu,

12 maka haruslah para tua-tua kotanya menyuruh mengambil dia dari sana dan menyerahkan dia kepada penuntut tebusan darah, supaya ia mati dibunuh.

×

Keluaran 21 : 14

14 Tetapi apabila seseorang berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya, maka engkau harus mengambil orang itu dari mezbah-Ku, supaya ia mati dibunuh.

×

Keluaran 21 : 13

13 Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari.

×

Matius 6 : 33

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

×

Yohanes 10 : 10b

10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Sharing Is Caring :