Hakim Yang Adil

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.” (Roma 12:12)



Pembahasan: Lukas 18:1-8 | Ayat Bacaan: Lukas 18-19

Pernahkah kita merasa lelah dalam berdoa? Mungkin kita telah berdoa untuk kondisi ekonomi kita saat ini, mendoakan pasangan sekian lama agar mereka berubah, atau membawa pergumulan yang masih kita hadapi sampai hari ini. Mungkin kita telah berdoa dengan setia dan sungguh-sungguh, namun apa yang kita harapkan tidak kunjung terwujud dalam kehidupan kita. Di saat seperti itulah, kita mungkin bertanya kepada Tuhan, “Apakah Engkau sungguh mendengarku?” Atau bahkan, kita sudah tidak peduli dan tak lagi berharap?

Dalam perumpamaan yang kita renungkan hari ini, Yesus menceritakan tentang seorang janda yang terus-menerus datang kepada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Jika hakim yang lalim itu akhirnya bertindak karena kegigihan sang janda, terlebih lagi Allah yang adil dan penuh kasih pasti mendengar seruan umat-Nya. Melalui perumpamaan ini, Yesus ingin mengajarkan agar murid-murid-Nya tetap tekun berdoa dan tidak jemu-jemu, terutama dalam masa penantian akan pertolongan dan keadilan Tuhan, termasuk menantikan kedatangan-Nya. Pertanyaannya bagi kita adalah, apakah sampai hari ini kita sudah memiliki iman seperti yang dikehendaki oleh Kristus, iman yang tetap teguh dalam pengharapan, secara khusus dalam doa?

Dari perikop ini kita belajar untuk tidak menyerah dalam doa, tetapi terus berdoa dengan iman. Allah tetap bekerja bagi umat-Nya meskipun pertolongan-Nya belum terlihat. Karena Ia adalah Allah yang adil, Ia pasti akan bertindak pada waktu-Nya. Karena itu, jangan berhenti berdoa hanya karena jawaban Tuhan belum datang. Ketekunan dalam doa bukanlah cara untuk “memaksa” atau “mengganggu” Tuhan agar Ia bertindak, melainkan wujud iman bahwa Dia tetap bekerja meskipun kita belum melihat hasilnya. Allah tidak pernah mengabaikan seruan anak-anak-Nya. Ia mendengar, peduli, dan akan bertindak pada waktu yang paling tepat. Tugas kita bukan mengetahui kapan Tuhan akan menjawab, melainkan tetap percaya dan terus datang kepada-Nya dengan iman.

STUDI PRIBADI: Pernahkah Anda merasa lelah berdoa? Mengapa? Menurut Anda, apa yang membuat kita tetap setia berdoa dan berharap kepada Tuhan meski doa belum dijawab?

Pokok Doa: Berdoa agar Tuhan terus menguatkan kita untuk tetap berharap kepada-Nya, menghilangkan setiap keraguan dalam hati kita, setia percaya bahwa Ia mendengar doa kita serta mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

×

Lukas 8:2-3

2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

×

Lukas 8:3

3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

×

Roma 12:1-2

1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

×

Markus 13:15-16

15 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,

16 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

×

Markus 13:17

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: