Allah Penyelamat Umat-Nya

Bacaan hari ini: Yesaya 43 | Bacaan setahun: 2 Samuel 5-6, Roma 2

“Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum.” (Ayub 24:24 ITB)

 

Seperti arti nama Yesaya yang adalah, TUHAN adalah keselamatan, demikianlah isi nubuatan keselamatan dalam kitab Yesaya ketika bangsa Israel dalam pembuangan. Pasal 43 merupakan sebagian dari nubuatan keselamatan bangsa Israel tersebut. Bangsa Israel telah hidup dalam penderitaan karena dosa mereka terhadap Allah. Dosa telah mengakibatkan mereka hidup dalam ketakutan. Namun demikian, Allah mengingatkan agar mereka tidak perlu takut sebab Allah telah menebus dan memanggil mereka menjadi kepunyaan Allah (43:1).

Kata “menebus” dalam bagian ini memiliki arti bahwa Allah telah menjadi “kinsman-redeemer” (saudara laki-laki yang menjadi penebus). Wycliffe menyebutkan bahwa, “Melalui Yesaya, Allah telah menegaskan bahwa Dia akan memperlakukan Israel sebagai anggota keluarga-Nya; Dia akan menuntut hak-hak mereka dan akan memenuhi kewajiban-kewajiban mereka, ganti mereka.” Allah mengasihi bangsa Israel dan Allah berjanji akan menyertai mereka sebagaimana sebelumnya Allah telah memberikan negeri Mesir, Etiopia dan Syeba kepada Persia sebagai ganti mereka. Bangsa Israel begitu berharga di hadapan Allah sehingga mereka tidak perlu takut sebab Allah menyertai umat-Nya (43:2-5). Bahkan Dia juga yang menghapuskan dosa pemberontakan mereka (43:25).

Pelanggaran atau ketidaktaatan seringkali membuat manusia takut untuk datang kepada Allah. Namun melalui perenungan ini kita diingatkan bahwa Allah sangat mengasihi umat-Nya. Penggenapan nubuatan keselamatan pun telah digenapi ketika Yesus Kristus datang ke dunia dan ini merupakan bukti kebesaran kasih Allah (baca, Yohanes 3:16). Oleh sebab itu, janganlah kita takut, Allah lah yang memanggil kita untuk masuk dalam rancangan keselamatan. Allah mau setiap kita berbalik kepada-Nya dan hidup memuliakan Allah.

STUDI PRIBADI : Bacalah kembali Yesaya 43, setelah itu sebutkan alasan Allah menebus umat-Nya! Berdasarkan alasan tersebut, bagaimanakah Anda akan menyikapi karya penebusan Allah dalam kehidupan Anda ?

Pokok Doa : Berdoalah agar Anda tidak hanya banyak menimbun harta dunia, tetapi mau melayani dan mengejar karakter Kristus yang adalah harta yang kekal bagi kehidupan yang akan datang.