Lebih Dari Pemenang

“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang.” (Roma 8:37a)



Pembahasan: Roma 8:31-39 | Ayat Bacaan: Roma 8-9

Kita sering mengukur kemenangan berdasarkan keadaan: masalah selesai, usaha berhasil, kesehatan pulih, atau doa dijawab sesuai harapan. Karena itu, ketika kesulitan terus datang, kita mudah merasa kalah. Namun, Paulus memberikan pengertian yang berbeda tentang kemenangan. Kemenangan orang percaya bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan memiliki kepastian bahwa tidak ada keadaan apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Kristus.

Surat Roma ditulis untuk jemaat yang hidup di tengah pusat kekuasaan Kekaisaran Romawi. Dalam budaya Romawi, kemenangan identik dengan kekuatan dan kehormatan besar. Namun, jemaat Kristen justru jauh dari gambaran tersebut. Mereka adalah kelompok minoritas yang menghadapi berbagai tantangan iman. Namun, Paulus berkata: “Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (ay. 37). Paulus tidak berkata bahwa kita menang karena terhindar dari penderitaan. Sebaliknya, di tengah segala penderitaan, orang percaya lebih dari pemenang. Rahasianya adalah Kristus. Allah yang membela kita adalah Allah yang “tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua” (ay. 32). Dasar kemenangan kita bukan kemampuan, kekuatan, atau keberhasilan kita, tetapi karya Kristus. Yesus telah mati, bangkit, dan sekarang menjadi Pembela kita di hadapan Allah (ay. 34). Salib yang tampak seperti kekalahan justru menjadi jalan kemenangan terbesar Allah atas dosa dan maut.

Kebenaran ini sangat relevan dalam hidup kita. Ada kalanya keluarga mengalami masalah, pekerjaan tidak sesuai harapan, pelayanan melelahkan, doa belum terjawab, atau masa depan penuh ketidakpastian. Menjadi “lebih dari pemenang” bukan berarti semua pergumulan menjadi hilang. Pandanglah kepada salib Kristus; kasih-Nya telah terbukti melalui salib. Artinya, kita dapat tetap berdiri di tengah pergumulan karena kita tahu siapa yang memegang hidup kita. Percayalah! Apa pun yang kita hadapi, kita dapat berjalan dalam pengharapan, sebab tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

STUDI PRIBADI: Saat menghadapi kegagalan atau doa yang belum terjawab, apakah kita tetap percaya pada kasih Tuhan, atau mengukurnya berdasarkan keadaan?

Pokok Doa: Berdoa agar setiap orang percaya memiliki iman yang teguh di tengah berbagai pergumulan hidup dan menjalani setiap keadaan dengan keyakinan bahwa di dalam Dia, kita lebih dari pemenang.

×

Roma 8:37

37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

×

Roma 8:32

32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

×

Roma 8:34

34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

×

2Yohanes 9:13-34

13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.

14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.

15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."

16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.

17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."

18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya

19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"

20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,

21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."

22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.

23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."

24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."

25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."

26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"

27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"

28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.

29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."

30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.

31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.

32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.

33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."

34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.

×

Matius 4:19

19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: