Arti Hukum Taurat

“Sebab itu, Saudara-saudaraku, kamu juga telah mati terhadap hukum Taurat melalui tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.” (Roma 7:4)



Pembahasan: Roma 7:1-12 | Ayat Bacaan: Roma 7

Pernahkah Anda melihat rambu lalu lintas tentang batas kecepatan? Rambu tersebut menunjukkan batas yang benar. Ketika seseorang melanggar batas itu dan mengalami kecelakaan, yang salah bukan rambunya, melainkan dirinya sendiri. Demikian pula dengan hukum Taurat. Banyak orang menganggap hukum Taurat sebagai penyebab manusia jatuh ke dalam dosa karena berbagai larangan di dalamnya. Namun, masalahnya bukan terletak pada hukum, melainkan dosa yang ada di dalam hati manusia.

Roma 7:1-12 menyatakan kaitan hukum Taurat dengan keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Orang Yahudi menganggap bahwa ketaatan kepada Taurat merupakan jalan memperoleh pembenaran di hadapan Allah. Jika keselamatan diperoleh melalui iman kepada Kristus, apakah hukum Taurat tidak lagi berguna? Paulus menjawab dengan ilustrasi pernikahan. Seorang istri terikat kepada suaminya selama suaminya masih hidup. Namun, ketika suaminya meninggal, ia bebas menikah dengan orang lain tanpa melanggar hukum. Demikian pula, melalui kematian Kristus, orang percaya telah “mati” terhadap ikatan lama dengan Taurat dan kini hidup dalam hubungan yang baru dengan Kristus dan dipanggil untuk menghasilkan buah bagi Allah. Lalu, apakah hukum Taurat itu buruk? Tidak! Hukum Taurat justru menyatakan apa itu dosa. Manusia menyadari bahwa keinginan yang berdosa merupakan pelanggaran terhadap Allah karena ada hukum yang berkata, “Jangan mengingini.” Di sinilah Injil menjadi kabar yang begitu indah. Kristus datang bukan untuk meniadakan Taurat, melainkan untuk menggenapinya.

Pergumulan ini sangat relevan pada masa kini. Ada yang merasa dirinya diterima Allah karena melakukan banyak kegiatan rohani. Sebaliknya, ada yang berpikir bahwa karena telah diselamatkan oleh kasih karunia, maka cara hidup tidak lagi penting. Kedua sikap ini sama-sama keliru. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, tetapi anugerah Allah di dalam Kristus. Namun anugerah itu menghasilkan kehidupan yang terus diubahkan sehingga kita rindu hidup sesuai kehendak-Nya. Karena itu, janganlah menjadikan hukum Taurat sebagai alat untuk membanggakan diri, melainkan cermin untuk melihat dosa dan menyadari betapa kita membutuhkan Kristus setiap hari.

STUDI PRIBADI: Apakah saya sungguh mengandalkan anugerah Kristus atau perbuatan baik? Ketika dosa disingkapkan, apakah saya bertobat atau membenarkan diri?

Pokok Doa: Berdoalah agar Roh Kudus menyadarkan setiap kita akan dosa, menuntun kita kepada pertobatan sejati dan memampukan kita hidup dalam ketaatan sebagai ungkapan syukur atas keselamatan di dalam Kristus.

×

Roma 7:1-12

Arti hukum Taurat

1 Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?

2 Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.

3 Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.

4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"

8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,

10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

×

Kejadian 15:6

6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

×

Roma 4:25

25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

×

2Yohanes 9:13-34

13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.

14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.

15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."

16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.

17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."

18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya

19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"

20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,

21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."

22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.

23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."

24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."

25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."

26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"

27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"

28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.

29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."

30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.

31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.

32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.

33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."

34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.

×

Matius 4:19

19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:8

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

1 Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

1 Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Sharing Is Caring: